
Jakarta - Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal berkesempatan menghadiri acara peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (15/01/2026).
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Menteri Kebudayaan RI Dr. Fadli Zon, Sekretaris Jenderal Kemenag RI Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, M.A., para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Kemenag RI, serta pejabat lainnya.

Pesan Ekoteologi dalam peristiwa Isra Mikraj
Peristiwa Isra Mikraj merupakan salah satu momentum paling agung dalam sejarah Perjalanan Islam. Ia bukan sekadar perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa lalu menembus langit hingga Sidratul Muntaha, tetapi juga mengandung pesan multidimensional: teologis, sosial, moral, dan ekologis. Dalam konteks krisis lingkungan global yang kita hadapi saat ini, Isra Mikraj dapat dibaca melalui perspektif ekoteologi, yaitu cara pandang keagamaan yang menempatkan hubungan manusia, Tuhan, dan alam dalam satu kesatuan yang utuh.
 (13).jpg)
Isra Mikraj dan Kesucian Alam
Perjalanan Isra Mikraj dimulai dan berakhir di tempat-tempat suci: Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa. Ini memberi pesan bahwa ruang, bumi, dan alam memiliki nilai sakral. Dalam Islam, alam bukan sekadar objek eksploitasi, melainkan ayat-ayat Allah yang harus dijaga dan dihormati. Ketika Nabi SAW “melintasi” langit dan bertemu dengan berbagai tanda kebesaran Allah, hal itu menegaskan bahwa seluruh semesta berada dalam keteraturan ilahi yang harmonis.
Ketua STAIN Mandailing Natal menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Menteri Agama Republik Indonesia atas wejangannya yang sarat makna dan refleksi.
“Terima kasih Pak Menteri Agama atas wejangannya,” ungkapnya.
Kehadiran Ketua STAIN Mandailing Natal dalam peringatan Isra Mikraj ini menjadi bentuk komitmen institusi dalam mendukung penguatan nilai-nilai keislaman yang relevan dengan tantangan zaman, termasuk kesadaran ekologis, tanggung jawab sosial, dan spiritualitas yang membumi.
Ayoo Semangat STAIN menuju IAIN (Tim Humas)