
Panyabungan, 5 Januari 2026 — Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal melalui Laboratorium Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Ushuluddin Adab dan Dakwah menggelar kegiatan Pembekalan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Tahun 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Student Center STAIN Madina ini diikuti oleh mahasiswa peserta PPL dari berbagai program studi dan turut dihadiri oleh Ketua STAIN Madina, Prof. Dr. H. Sumper Mulia Harahap, M.Ag.; Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. Kasman, S.Pd.I., M.A.; Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal, H. Ikhwan Shiddiqi, S.Ag., M.A.; serta Kepala Laboratorium Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, Dr. Liantha Adam Nasution, M.H.
Pembekalan PPL ini bertujuan untuk memberikan penguatan kompetensi akademik, pedagogik, sosial, dan profesional kepada mahasiswa sebelum terjun langsung ke lokasi PPL, baik di satuan pendidikan maupun lembaga terkait. Kegiatan ini menjadi tahap awal yang strategis dalam mempersiapkan mahasiswa agar mampu mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik nyata di lapangan.
Dalam rangka mempersiapkan mahasiswa menghadapi realitas sosial dan profesional di lapangan, Ketua STAIN Mandailing Natal, Prof. Dr. H. Sumper Mulia Harahap, M.Ag., menegaskan pentingnya kesiapan mental, kapasitas diri, dan kematangan niat sebelum terjun ke tengah masyarakat. Mahasiswa diingatkan bahwa dunia praktik merupakan ruang nyata yang menuntut kemampuan adaptasi, kepekaan sosial, serta tanggung jawab intelektual atas ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah.
.png)
“Di level masyarakat, tidak ada toleransi terhadap ketidaksiapan. Karena itu, kita dituntut untuk mampu beradaptasi dengan kapabilitas dan kemampuan yang kita miliki. Sempurnakan niat kalian, agar ilmu yang diterima dari kampus dapat disalurkan secara bermakna. Eksplorasi dan improvisasi adalah bagian dari proses pembelajaran; itulah hakikat kalian sebagai mahasiswa,” tegas Prof. Sumper.
Setelah menekankan pentingnya kesiapan dan ketangguhan dalam menghadapi realitas masyarakat, Ketua STAIN Mandailing Natal juga mengajak mahasiswa untuk memaknai proses PPL sebagai ruang pembentukan kepemimpinan. Mahasiswa diposisikan bukan sekadar sebagai pelaksana tugas, melainkan sebagai calon pemimpin yang kelak akan berperan di berbagai level kehidupan sosial.
“Calon pemimpin adalah mereka yang who knows the way, goes to the way, and shows the way. Ketika seseorang sudah mengetahui dan memahami bahwa suatu jalan adalah jalan yang tepat, lalu ia berani menapakinya dan menunjukkan arah itu kepada orang lain, di situlah tipikal kepemimpinan terbentuk. Nilai ini berlaku di semua level, baik di lingkungan sekolah hingga di tengah masyarakat,” tutur Ketua STAIN Madina.
Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal, Bapak H. Ikhwan Shiddiqi, S.Ag., M.A., dalam pemaparannya menekankan pentingnya implementasi etika profesionalisme bagi mahasiswa. Mahasiswa PPL diingatkan bahwa kehadiran mereka di lembaga pendidikan dan masyarakat bukan hanya membawa identitas personal, tetapi juga merepresentasikan institusi kampus dan nilai-nilai akademik yang melekat padanya.
Ayo semangat! STAIN Madina menuju IAIN. (Tim Humas)